Beranda » News » Politik

Blak-blakan, Romahurmuziy Telanjangi Ongkos Politik Jadi DPR

Blak-Blakan, Romahurmuziy Telanjangi Ongkos Politik Jadi DPR.
Tayangan program Inside Politics with Diana Valencia "Kembali Ke Senayan 2029 Misi Besar PPP" (19/9/2025) (Dok. Shrenshoot Kanal Youtube CNN Indonesia).

Jakarta, Forum KiSSNed – Ketua Majelis Pertimbangan Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Romahurmuziy, membongkar ongkos politik di DPR dengan pernyataan mengejutkan.

Ia menyebut politik Indonesia semakin tersandera oleh praktik politik uang yang makin gila dan tak terkendali.

Rommy, sapaan akrabnya, menyoroti ongkos politik yang melonjak tak masuk akal.

Menurutnya, biaya untuk duduk di kursi DPR kini bisa menembus angka puluhan miliar rupiah.

“Ini kenyataannya di DPR, partai politik itu semakin banyak berisi aktivis, semakin banyak berisi organisastor, itu partai politik perolehannya semakin kecil. Tapi partai politik yang semakin banyak pengusaha, semakin banyak orang berduit, itu perolehan kursinya semakin besar,” ujarnya saat menghadiri acara di Inside Politic CNN Indonesia pada Jum’at (19/9/2025).

Itu merupakan realitas yang terjadi hari ini di DPR dan tentu sangat menyedihkan.

Calon wakil rakyat terjebak dengan transaksi, bukan lagi pada perjuangan gagasan.

Ia mengaku sering ditanyakan oleh teman sejawatnya bagaimana cara memperbaiki kenyataan ini, Rommy tak bisa menjelaskan.

“Saya belum tau memperbaikinya dari mana, kalau saya tau mungkin saya sudah mulai dari lama,” tambahnya.

Fakta ini membuat demokrasi kita kehilangan ruh nya.

“Hari ini kita terjebak di dalam politik uang yang semakin ngeri,” ucapnya.

Baca juga : artikel terkait

Berapa Biaya Kursi DPR?

Rommy pun menceritakan pengalamannya saat dia mencalonkan diri pertama kali sebagai anggota DPR.

“Dulu saya menjadi anggota DPR pertama kali tahun 2009, saya tidak lebih dari 1 Miliar 350 Juta. Tetapi tahun 205 kemarin, teman-teman saya yang keluar uangnya tidak lebih dari 15 Miliar tidak ada yang terpilih.” kata Rommy.

Rommy menilai kondisi tersebut menjadi semakin memprihatinkan bagi perjalanan demokrasi kita di Indonesia ke depan.

“Beberapa yang saya dengar dari partai politik lain, bahkan ada yang keluar 30 Miliar sampai 50 Miliar,” tambahnya lagi.

Rommy menjelaskan ongkos politik ini bukan angka yang kecil, bahkan secara rasional saat kita terpilih menjadi anggota DPR pun uang itu pasti tidak akan pernah kembali.

“Endingnya keberhasilan seseorang saat terpilih menjadi anggota DPR hanya menjadi ajang selebrasi. Sekedar untuk mencantumkan nama di CV, tapi miskin subtansi,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Marhaban ya Ramadhan
Iklan 730 x 130
Promo Iklan