Jakarta, Forum KiSSNed – Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad kembali memperlihatkan wibawa dan keteladanan politiknya.
Dengan penuh penghormatan, Dasco menyambut langsung Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin yang datang untuk rapat kerja bersama Komisi I DPR.
Tak hanya berhenti di lobi, Wakil Ketua DPR RI itu bahkan mengantar sendiri Sjafrie hingga ke ruang rapat, sebuah gestur yang menunjukkan sikap negarawan sekaligus penghormatan terhadap mitra kerja eksekutif.
Sebelum memasuki ruang Komisi I, ia mengajak Sjafrie ke ruang kerjanya. Di sana, keduanya duduk berdampingan di bawah simbol bendera Partai Gerindra dan Merah Putih, menandai sinergi antara kekuatan politik dan semangat kebangsaan.
Obrolan hangat di ruang pimpinan DPR itu memperlihatkan kedekatan sekaligus soliditas yang menjadi modal penting bagi bangsa.
Gestur Dasco pun menuai perhatian. Begitu memasuki ruang Komisi I DPR, ia berjalan bersama Sjafrie, disambut penuh hormat oleh Ketua Komisi I DPR Utut Adianto, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, hingga para Kepala Staf TNI.
Semua pihak memberi salam dan penghormatan, menandai kuatnya kepemimpinan Dasco sebagai koordinator bidang politik dan keamanan di parlemen.
Menteri Pertahanan Sjafrie sendiri mengakui arti penting sambutan tersebut.
Dasco menunjukkan sikap yang menjadi simbol soliditas eksekutif dan legislatif yang harus terus dijaga.
“Profesor Sufmi Dasco adalah mitra penting bagi kami di bidang politik dan keamanan. Sambutan beliau menunjukkan kuatnya kerja sama strategis antara DPR dan pemerintah,” ungkap Sjafrie.
Dalam rapat tertutup, Sjafrie mengusulkan anggaran pertahanan sebesar Rp187,1 triliun, dan Komisi I menyetujuinya untuk dibawa ke Badan Anggaran DPR.
Ia menegaskan usulan itu sebagai langkah memperkuat kedaulatan bangsa sekaligus menjaga aset negara dari gangguan kepentingan komersial maupun asing.
Dengan sikap tegas dan penuh wibawa, Dasco kembali membuktikan perannya sebagai figur sentral yang menjembatani kepentingan eksekutif dan legislatif.
Kehadirannya di Senayan bukan sekadar simbol politik, melainkan pilar kokoh yang memastikan soliditas nasional tetap terjaga.











