Jakarta, Forum KiSSNed – Forum Kajian Isu Strategis Negara Demokrasi (Forum KiSSNed) akan menggelar Dialog Publik bertajuk Pro Kontra “Wacana Pilkada oleh DPRD: Kemajuan atau Kemunduran Demokrasi?” melalui siaran langsung di akun Instagram @Forum.KiSSNed pukul 20.00 WIB pada Selasa (6/26).
Agenda ini hadir sebagai ruang edukasi politik bagi pelajar, mahasiswa, aktivis dan masyarakat yang ingin memahami secara lebih mendalam perdebatan seputar rencana pengembalian pemilihan kepala daerah (Pilkada) melalui Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD).
Direktur Forum KiSSNed, Erlangga Abdul Kalam, menegaskan bahwa dialog ini bertujuan memetakan argumen pro dan kontra secara terbuka sebelum wacana tersebut memengaruhi keputusan politik di tingkat nasional maupun daerah.
“Kami ingin publik, khususnya anak muda, melihat dengan pikiran jernih, mendengar semua sudut pandang, lalu menilai sendiri apakah pilkada lewat DPRD itu benar akan membawa kemajuan atau justru menggerus kedaulatan rakyat,” ujar Erlangga melalui keterangan tertulis (6/26).
Pertahankan Tradisi Diskusi
Erlangga menilai, tanpa ruang diskusi yang sehat, opini publik mudah terseret narasi yang hanya mengutamakan efisiensi biaya tanpa mengukur dampaknya terhadap kualitas demokrasi indonesia.
“Tawar menawar politik itu biar jadi urusan elite, tugas kita sebagai masyarakat sipil memastikan kedaulatan kita enggak dirampas,” tambahnya.
Dialog ini akan menghadirkan narasumber dari unsur aktivis mahasiswa, pemerhati pemilu, dan akademisi yang akan mengulas isu efisiensi anggaran, potensi menguatnya politik transaksional di DPRD, hingga masa depan demokrasi lokal jika skema pilkada berubah.
“Saya yakin forum malam ini akan mencerahkan, saya hanya berharap apa yang kami gagas menjadi legacy yang baik,” katanya.
Forum KiSSNed secara terbuka mengajak publik untuk terlibat aktif dengan mengikuti siaran langsung, mengajukan pertanyaan, serta menyampaikan pandangan melalui kolom komentar. Langkah ini membuka ruang partisipasi yang luas bagi masyarakat dalam proses diskusi.
Forum KiSSNed memperluas diskursus pilkada dengan menyerap aspirasi warga, tidak hanya dari lingkaran elite. Karena sejatinya rakyat lah pemilik kekuasaan penuh.
“Gabung, ramein, bawa dan tuangin gagasan kita bareng-bareng, demi kualitas demokrasi kita” tutup Erlngga.











