Jakarta, Forum KiSSNed – Forum Kajian Isu Strategis Negara Demokrasi (Forum KiSSNed) menggelar Dialog Kebangsaan bertajuk “Refleksi Satu Tahun Prabowo-Gibran: Pemuda dan Arah Asta Cita” di Jakarta pada Rabu (12/11).
Acara ini menjadi ruang dialog reflektif bagi mahasiswa dan aktivis muda untuk menakar arah kepemimpinan nasional di tahun pertama pemerintahan Prabowo-Gibran, serta mengevaluasi realisasi Asta Cita yang menjadi pijakan pemerintahan saat ini.
Kegiatan dibuka oleh Fikri Fakhrudin selaku moderator yang memperkenalkan konteks acara serta seluruh para narasumber.
Setelah itu, Erlangga Abdul Kalam (Direktur Forum KiSSNed) menyampaikan sambutan pembuka dengan menegaskan bahwa forum ini lahir dari kegelisahan intelektual anak muda terhadap arah demokrasi dan masa depan bangsa.
“Dialog ini digagas agar ruang publik tak kehilangan daya reflektifnya. Pemuda harus menjadi penafsir kritis terhadap kekuasaan, bukan sekadar pengikut. Kita perlu membaca ulang arah kepemimpinan nasional apakah masih berpihak pada rakyat, pada cita-cita keadilan sosial, dan pada keberlanjutan demokrasi,” ujar Erlangga.

Erlangga menambahkan bahwa Forum KiSSNed berkomitmen untuk terus menghadirkan ruang dialog lintas perspektif sebagai cara membangun nalar publik yang rasional, berkeadilan dan berkeadaban.
Tidak hanya itu, Erlangga juga menekankan agar pemuda, mahasiswa atau kelompok intelektual melibatkan diri dalam proses kemajuan bangsa.
“Mahasiswa jangan saja hanya berda di pinggir garis, pemuda saat ini harus masuk dan menciptakan garisnya. Sebab sejarah mencatat bahwa perubahan dan kemajuan bangsa itu selalu dipelopori oleh kaum muda,” tegasnya.
Memasuki sesi diskusi utama, Bambang Dirgantoro, Tenaga Ahli Kantor Staf Presiden (KSP), memaparkan sejumlah capaian nyata pemerintahan Prabowo-Gibran dalam tahun pertamanya.
Bambang menyoroti beberapa program prioritas yang telah direalisasikan, seperti perluasan bantuan kesehatan nasional, peningkatan konektivitas infrastruktur antarwilayah, serta implementasi program Makan Bergizi Gratis (MBG), salah satu agenda utama yang kini mulai dijalankan secara bertahap di berbagai daerah.
Bambang menjelaskan bahwa program MBG menjadi bentuk nyata komitmen pemerintah dalam membangun sumber daya manusia yang sehat dan produktif sejak usia dini.
Program ini menargetkan pelajar sekolah dasar dan menengah di seluruh Indonesia untuk mendapatkan asupan makanan bergizi setiap hari, dengan melibatkan pemerintah daerah, dunia usaha, dan komunitas masyarakat.
“Program Makan Bergizi Gratis bukan sekadar kebijakan bantuan sosial, melainkan investasi jangka panjang bagi kualitas generasi muda Indonesia. Pemerintah berupaya memastikan distribusinya merata, tepat sasaran, dan memberi dampak langsung terhadap kesehatan serta kualitas belajar anak-anak,” kata Bambang dalam kegiatan Dialog Kebangsaan Forum KiSSNed.

Bambang juga menekankan bahwa pemerintah melihat pemuda bukan sekadar penerima kebijakan, tetapi sebagai mitra strategis dalam pengawalan setiap program dan arah kebijakan nasional.
“Pemerintah membuka ruang partisipasi yang luas. Kita butuh energi muda yang kritis dan konstruktif. Pemuda bukan hanya subjek perubahan di masa depan, tapi juga bagian penting dari perumusan kebijakan hari ini,” jelasnya.
Bambang Dirgantoro juga menegaskan, sesuai dengan arahan Kepala Staf Kantor Staf Presiden Bpk. Muhammad Qodari, tugas KSP berfokus pada pengawalan program prioritas Presiden Prabowo melalui kordinasi, dialog dan komunikasi yg strategis dengan semboyan C3, cepat.. cepat..cepat.
Kaum Muda Intelektelektual Harus Mampu Jadi PRABOWONOMIC
Pria yang saat ini mengabdikan diri di KSP itu menyerukan, bahwa kaum muda intelektelektual harus jadi PRABOWONOMIC.
“Pemuda harus menjadi PRABOWONOMIC bahwa pemuda dapat mendukung dan secara aktif menerapkan prinsip-prinsip ekonomi kerakyatan dan kemandirian bangsa yg menjadi fokus utama kebijakan ekonomi Pemerintahan Presiden Prabowo serta mencintai tanah air,” tambahnya.
Selanjutnya, Syafrudin Budiman, Koordinator Nasional Aliansi Relawan Prabowo-Gibran (ARPG), menilai bahwa kondisi demokrasi Indonesia saat ini sudah semakin terbuka dan santun, dengan pola komunikasi politik yang lebih seimbang antara pemerintah, publik, dan media.
“Demokrasi kita sedang tumbuh dengan cara yang lebih sehat. Kritik bisa disampaikan tanpa perlu permusuhan, dan partisipasi politik semakin luas,” katanya.

Syafrudin juga menekankan pentingnya literasi ekonomi bagi generasi muda, agar pemuda tidak hanya melek politik, tetapi juga memahami sektor-sektor strategis yang menentukan kemandirian bangsa.
“Anak muda harus ikut andil dalam sektor ekonomi. Jangan hanya bicara politik, tapi juga pahami bagaimana ekonomi bekerja agar kita bisa berdaulat di negeri sendiri,” tambahnya.
Demokrasi Tumbuh Sehat
Sesi tanya jawab berlangsung hangat dan sangat interaktif. Penanya pertama mengangkat isu program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang secara konsep dinilai baik, namun pelaksanaannya di lapangan masih menghadapi kendala.
Pertanyaan ini dijawab oleh Bambang Dirgantoro, yang menjelaskan bahwa pemerintah terus melakukan evaluasi dan perbaikan teknis agar program tersebut tepat sasaran dan berkelanjutan.
Penanya kedua menyoroti tingginya angka pengangguran di Indonesia tekhusus bagi kalangan muda.
Menanggapi hal tersebut, Syafrudin Budiman menegaskan bahwa pemerintah sedang menyiapkan strategi ekonomi inklusif, terutama dengan membuka peluang kewirausahaan dan peningkatan keterampilan tenaga kerja muda agar lebih kompetitif di pasar kerja.
Acara kemudian ditutup dengan refleksi bersama tentang pentingnya menjaga ruang dialog publik yang sehat.
Forum KiSSNed menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan forum-forum pemikiran kritis yang menghubungkan gagasan, kebijakan, dan aspirasi pemuda dan mahasiswa sebagai kekuatan moral bangsa.











