Jakarta, Forum KiSSNed – Sosok Riza Chalid kembali mencuat sebagai pengendali gelap di balik rezim-rezim kekuasaan Indonesia.
Direktur Forum Kajian Isu Strategis Negara Demokrasi (Forum KiSSNed), Erlangga Abdul Kalam, menegaskan bahwa Riza Chalid bukan sekadar pengusaha, melainkan bayangan yang menguasai negara dari balik layar.
“Dia tidak butuh jabatan, tidak perlu panggung, tapi semua pejabat paham bahwa ada benang kekuasaan yang dipegang Riza Chalid. Itu fakta yang tidak bisa dipungkiri hari ini,” ujar Erlangga saat dihubungi, Jumat (19/9).
Menurut Erlangga, jejak Riza terbentang panjang. Sejak masuk lingkaran elite militer, ia terlibat dalam proyek strategis seperti pengadaan jet tempur hingga bisnis migas melalui Pertamina Energy Trading Limited (Petral) di Singapura.
“Petral bukan sekadar perusahaan dagang, melainkan ATM neraka yang dikuasai Riza, tender migas dimanipulasi, kontrak dimainkan, dan uang negara disedot perlahan,” tegasnya.
Erlangga menegaskan bahwa Riza berhasil bertahan melewati tiga rezim besar, mulai dari era Suharto, SBY, hingga Jokowi.
Hebatnya, ketika pemerintah resmi membubarkan Petral, Riza sudah lebih dulu bermanuver ke bisnis infrastruktur logistik.
“Rezim boleh berganti, tapi bayangannya tetap ada. Riza Chalid menjadi simbol betapa mafia sudah lama menguasai sistem di negara ini,” kata Erlangga.
Mampukah Hukum Menjerat Riza Chalid?
Soal status buronannya, Erlangga mengkritik lemahnya hukum Indonesia. Pasalnya, hampir 3 bulan berlalu tetapi aparat belum juga menemukan keberadaan Raja Migas tanpa wajah itu. Ia juga mengaku agak pesimis.
“Interpol pun kayaknya enggak akan berdaya. Dia menikah dengan kerabat kerajaan Kedah, Malaysia. Itu yang dijadiin tameng diplomatiknya. Sekarang kita bayangkan, seorang buronan bisa hidup nyaman dengan perlindungan darah biru, sementara negara hanya bisa diam,” ungkapnya dengan rasa pesimis.
Kejaksaan Agung (Kejagung) menetapkan Riza Chalid sebagai Daftar Pencarian Orang (DPO) pada 16 Agustus lalu.
Forum KiSSNed menilai publik berhak tahu bahwa Riza Chalid bukan sekadar nama yang hilang di balik kasus Petral. Ia adalah hantu negara yang terus menghantui kebijakan dan kekuasaan.
“Setiap kali ada foto pejabat yang bersandingan dengan Riza, posisi Riza selalu di belakang. Tapi tatapannya sama sekali tidak pernah takut. Karena dia tahu, sistem ini sudah lama jadi miliknya,” tambanya.
ForumKiSSNed.co.id menanyakan apakah ada kekhawatiran dengan nama Riza Chalid, Erlangga menegaskan bahwa ia tidak pernah takut selama yang ia sampaikan adalah fakta.
“Saya tidak pernah takut selama yang saya sampaikan adalah sesuatu yang benar. Kalau saya masih hidup lama, berarti Negara ini masih aman buat kita,” pungkas Erlangga.












