Label Presiden Paling Korup, Tekanan Pemakzulan Trump Menguat

Label Presiden Paling Korup, Tekanan Pemakzulan Trump Menguat
Presiden AS Donald Trump menghadiri upacara penganugerahan Medali Kehormatan di Gedung Putih di Washington, D.C., AS, 2 Maret 2026. (Dok. REUTERS/Jonathan Ernst)

Washington, Forum KiSSNed – Pengaruh politik Presiden Amerika Serikat, Donald Trump di tubuh Partai Republik mulai menunjukkan tanda-tanda pelemahan.

Kritik internal kian menguat seiring meningkatnya kekhawatiran di kalangan elite partai menjelang pemilu paruh waktu.

Penilaian itu disampaikan oleh George Conway, mantan pengacara Partai Republik yang kini dikenal sebagai salah satu pengkritik paling vokal terhadap Trump.

Conway menyebut pemerintahan Trump sebagai yang paling bermasalah dalam sejarah Amerika Serikat. Sebagaimana dikutip dari wawancaranya dengan jurnalis Tara Palmeri pada Jumat (27/3/2026).

“Bahkan Partai Republik sudah mulai muak,” ujar Conway.

Ia melihat adanya retakan yang mulai terbuka di internal Partai Republik, meskipun secara terbuka banyak politisi masih menunjukkan dukungan terhadap Trump.

Newsweek menghimpun sejumlah data jajak pendapat yang memperkuat indikasi tersebut.

Data itu menunjukkan dukungan terhadap Trump mulai melemah, khususnya di kalangan pemilih independen yang selama ini menjadi penentu dalam pemilu paruh waktu.

Di sisi lain, Trump terus memberikan peringatan kepada para anggota parlemen dari Partai Republik.

Ia menegaskan bahwa kekalahan di DPR berpotensi membuka jalan bagi upaya pemakzulan.

Pimpinan partai turut menyuarakan peringatan ini secara terbuka.

Seiring waktu, publik menunjukkan penurunan tingkat persetujuan terhadap Trump.

Kondisi ini berpotensi berdampak langsung pada posisi politik Partai Republik dalam menghadapi pemilu mendatang.

Conway menilai, di balik dukungan terbuka, banyak politisi Partai Republik sebenarnya menyimpan kekhawatiran.

Partai Republik Mulai Anggap Trump Beban Politik

Anggota Partai Republik menganggap Trump berpotensi menjadi beban politik, terutama dalam isu imigrasi dan kebijakan luar negeri.

Sebagai salah satu pendiri Lincoln Project kelompok konservatif yang menentang Trump, Conway juga mendorong isu pemakzulan sebagai bagian dari tanggung jawab konstitusional.

Conway menegaskan bahwa pemakzulan tidak boleh dipandang sekadar sebagai manuver politik.

“Dengan itu, aturan bisa ditentukan ulang, termasuk menghadirkan persidangan yang nyata, bukan sekadar pidato politik,” kata Conway.

Iklan 730 x 130

Sebelumnya, Trump menghadapi dua kali pemakzulan pada masa jabatan pertamanya, namun Senat membebaskannya dalam kedua kasus tersebut.

Conway meyakini Partai Demokrat memiliki peluang untuk menguasai Senat pada tahun depan.

Jika itu terjadi, ia menilai proses pemakzulan dapat berjalan lebih substansial. Namun, sejumlah tokoh Partai Demokrat masih bersikap hati-hati.

Karena langkah pemakzulan tanpa peluang realistis untuk vonis bersalah di Senat justru berisiko menjadi distraksi politik.

Anggota DPR dari California, Robert Garcia, menyatakan bahwa pemakzulan hampir pasti gagal karena membutuhkan dukungan 67 suara di Senat.

Meski demikian, dorongan untuk pemakzulan hingga berita ini diturunkan belum mereda.

Sejumlah anggota DPR, seperti Al Green dan Shri Thanedar, tetap mengusulkan langkah tersebut dengan alasan tanggung jawab konstitusional.

Di tengah dinamika tersebut, pihak Gedung Putih melalui juru bicara Davis Ingle menegaskan bahwa pemerintah tetap fokus pada agenda utama, khususnya dalam menjaga keamanan nasional.

Ke depan, pemilu paruh waktu akan menjadi ujian krusial bagi kekuatan politik Trump.

Hasil jajak pendapat, dinamika internal partai, serta strategi komunikasi politik akan menjadi penentu arah dukungan dalam beberapa bulan mendatang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H
Iklan 730 x 130
Promo Iklan