Roma, Forum KiSSNed – Najwa Shihab, jurnalis sekaligus pendiri Narasi, hadir sebagai salah satu pembicara kunci di ajang internasional World Meeting on Human Fraternity di Roma, 12–13 September.
Acara tahunan yang mengangkat tema kemanusiaan ini mempertemukan para pemimpin media dunia, pemuka agama, dan aktivis perdamaian untuk membahas isu global, kebebasan pers hingga konflik kemanusiaan.
Dalam sesi round table bertajuk “Disarmare le parole per disarmare il mondo” (Melucuti kata-kata untuk melucuti dunia), Najwa membahas peran vital jurnalisme dalam membentuk opini publik, memperkuat nilai kemanusiaan, dan mendorong perdamaian.
Ia menyoroti bagaimana media di Indonesia berperan mengawal demokrasi, serta menyinggung penderitaan rakyat Gaza dan Palestina yang terus berlangsung hingga kini.
“Kata-kata bisa menjadi tembok dan perisai, tetapi juga bisa menjadi jembatan menuju kebenaran. Kata-kata bisa menghancurkan, tetapi juga membela martabat dan kemanusiaan,” ujar Najwa di hadapan para pemimpin redaksi media internasional.
CEO dan pemimpin redaksi dari berbagai media ternama dunia seperti CNN, BBC, Al Jazeera, Le Monde, Fox News, The New York Times, dan Sky News menghadiri pertemuan ini.

Diskusi lintas negara itu memperlihatkan kesadaran bersama bahwa media memiliki kekuatan besar dalam membentuk opini, menumbuhkan empati, sekaligus memengaruhi kebijakan publik di tingkat global.
Basilika Santo Petrus, Fratelli Tutti Foundation, dan Be Human Association menginisiasi World Meeting on Human Fraternity.
Forum ini mendorong terbangunnya “aliansi kemanusiaan” berbasis kepedulian, kepercayaan, dan kemurahan hati, bukan sekadar kekuasaan, keuntungan, atau kecurigaan.
Kehadiran Najwa Shihab bukan hanya menandai peran jurnalisme Indonesia di panggung global, tetapi juga menggaungkan semangat untuk melucuti bahasa yang memecah belah dan menggantinya dengan bahasa yang menyatukan.
Dalam konteks dunia yang sarat konflik, pesan ini menjadi relevan: media dan kata-kata adalah jembatan menuju perdamaian, bukan pemicu kebencian.











