Pandji Komika Dilaporkan ke Polisi soal Materi Stand Up Mens Rea

Pandji Komika Dilaporkan ke Polisi soal Materi Stand Up Mens Rea
Rizki Abdul Rahman Wahid, Presidium Angkatan Muda NU (Kiri) dan Pandji Pragiwaksono (Kanan) (Dok. Forum KiSSNed)

Jakarta, Forum KiSSNed – Pandji Pragiwaksono (Komika) dilaporkan ke Polda Metro Jaya oleh Rizki Abdul Rahman Wahid, Presidium Angkatan Muda NU.

Laporan itu terkait materi pertunjukan stand up comedy bertajuk Mens Rea yang tayang di Netflix dan ramai dibicarakan publik.

Rizki menuding Pandji melakukan penghasutan di muka umum dan penistaan agama.

Ia mengaku melapor atas nama Angkatan Muda Nahdlatul Ulama dan Aliansi Muda Muhammadiyah.

Dari laporan itu, Polda Metro Jaya menerima tiga barang bukti dari pelapor.

Kepala Subbidang Penerangan Masyarakat Polda Metro Jaya, Ajun Komisaris Besar Reonald Simanjuntak, menyampaikan hal itu saat konferensi pers di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Jumat, (09/012026).

Barang bukti pertama berupa satu unit flashdisk.

“Berisi tentang rekaman dari pernyataan-pernyataan tersebut,” kata Reonald.

Selain itu, pelapor menyerahkan dokumen pendukung lain, termasuk rilis aksi tertulis.

“Itu tiga barang bukti yang diberikan kepada kawan-kawan penyelidik,” ujar Reonald.

Laporan tersebut tercatat dengan nomor STTLP/B/166/I/2026/SPKT/POLDA METRO JAYA pada Kamis, 8 Januari 2026. Saat ini, penyidik masih mendalami laporan tersebut.

Polisi Panggil Rizki dan Pandji

Reonald menyatakan polisi akan memanggil sejumlah pihak, termasuk Rizki dan Pandji. Namun, kepolisian belum menentukan jadwal pemeriksaan.

Setelah pemeriksaan, Polda Metro Jaya akan menggelar perkara.

“Nanti hasilnya akan dilakukan gelar perkara, apakah ada unsur pidana atau tidak,” kata Reonald.

Rizki menilai materi komedi Pandji mencemarkan nama baik organisasi Islam.

“Telah merendahkan, memfitnah khususnya organisasi keislaman yang terbesar di Indonesia, yaitu NU dan Muhammadiyah,” kata Rizki, dikutip Antara.

Presidium Angkatan Muda NU ini juga menyoroti dugaan penggambaran NU dan Muhammadiyah dalam politik praktis.

“Seolah-olah NU dan Muhammadiyah mendapatkan tambang begitu karena imbalan karena telah memberikan suaranya terhadap kontestasi pemilu yang kemarin,” ujar Rizki.

Rizki berharap Polda Metro Jaya segera menindaklanjuti laporannya.

“Kalau bisa secepatnya untuk dipanggil untuk diklarifikasi, dan kalau ada memang berikut bukti-bukti yang kita lampirkan bisa ditindaklanjuti secepatnya,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, Ulil Abshar Abdalla, menegaskan Angkatan Muda Nahdlatul Ulama bukan bagian dari PBNU.

Ulil menyebut tidak ada lembaga atau badan otonom NU dengan nama tersebut.

“Kalau representasi PBNU jelas tidak,” kata Ulil (08/012026).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan 730 x 130
Promo Iklan