PDIP Murka! Tendang Wahyudin Moridu dari DPRD Gorontalo

PDIP Murka! Tendang Wahyudin Modiru dari DPRD Gorontalo
Wahyudin Modiru, Anggota DPRD Gorontalo viral di media sosial pasca ucapan kontroversinya mau rampok uang negara (Dok. Istimewa)

Jakarta, Forum KiSSNed – PDIP murka, skandal memalukan Wahyudin Moridu mendadak viral setelah video dirinya mengaku hendak ‘merampok uang negara’ tersebar luas di media sosial.

Dewan Pimpinan Pusat PDI Perjuangan (DPP PDIP) langsung bergerak cepat dan menendang Wahyudin dari keanggotaan partai.

Ketua DPP PDIP Bidang Kehormatan, Komarudin Watubun, mengumumkan langkah tegas itu.

Ia menegaskan DPD PDIP Gorontalo sudah melakukan klarifikasi, lalu mengajukan laporan resmi ke pusat.

Komite Etik dan Disiplin pun menyodorkan rekomendasi yang akhirnya membuat DPP mengeluarkan surat pemecatan.

“Hari ini DPP memutuskan pemecatan terhadap yang bersangkutan,” kata Komarudin dalam pernyataan resmi, Sabtu (20/9).

Komarudin menegaskan partai tidak akan memberi ruang bagi kader yang mencoreng marwah partai dan mempermalukan rakyat.

Ia memastikan pergantian antarwaktu (PAW) untuk kursi Wahyudin segera dieksekusi.

“Kami siapkan penggantinya dalam waktu dekat,” tegasnya.

Skandal itu berawal dari sebuah video berdurasi 1 menit 5 detik. Dalam video itu, Wahyudin dengan santai mengaku hendak merampok uang negara lewat dana perjalanan dinasnya ke Makassar bersama seorang wanita.

Sambil tertawa, ia berkata “Hari ini kita menuju Makassar, pakai uang negara. Kita rampok saja uang negara ini, habiskan saja, biar negara ini makin miskin.” kata Wahyudin pada Jum’at (19/92025).

Lebih gila lagi, Wahyudin terang-terangan mengaku sebagai anggota DPRD Gorontalo dari PDIP.

Publik menduga ia sedang dalam pengaruh minuman keras. Ucapan itu langsung memicu kemarahan rakyat karena mereka menilai Wahyudin melecehkan negara.

Setelah videonya meledak, Wahyudin buru-buru meminta maaf lewat media sosial.

Ia mengakui kesalahan dan menuliskan permintaan maaf berulang kali. Namun, publik telanjur murka.

Bagi banyak orang, ucapan Wahyudin bukan sekadar aib pribadi, melainkan tamparan keras bagi integritas pejabat publik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan 730 x 130
Promo Iklan