PMII Jaktim Semprot Pemkot: Jaktim Tenggelam dalam Sampah!

PMII Jaktim Semprot Pemkot Jaktim Tenggelam dalam Sampah!
RHI. Muhammad Taufiqurrachman, Ketua Cabang PMII Jakarta Timur (Dok. Istimewa)

Jakarta – Forum KiSSNed – Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Jakarta Timur (PC PMII Jaktim) menyalakan alarm darurat lingkungan.

PMII Jakarta Timur menuding Pemerintah Kota (Pemkot) gagal total dalam menangani krisis ekologi di wilayah paling padat ibu kota.

Ketua PMII Jaktim, RHI. Muhammad Taufiqurrachman, menyebut Jakarta Timur sedang menuju kehancuran ekologis.

Akar masalahnya bukan sekadar kebijakan lemah, tapi rusaknya kesadaran masyarakat.


Jakarta Timur Dikepung Sampah, Pemerintah Bungkam

Data resmi mengungkap borok lingkungan yang selama ini ditutup-tutupi. Dari 2019 hingga 2022, Jakarta Timur menghasilkan 3,33 juta ton sampah.

Angka ini menjadi paling tertinggi se-DKI Jakarta (Data SIPSN KLHK via Databoks 2023).

Taufiqurrachman menyebut ini sebagai tanda gagalnya sistem.

“Sampah bukan sekadar limbah. Ini simbol ketidakpedulian, dan pemerintah membiarkannya terus tumbuh,” jelasnya melalui keterangan tertulis pada Senin (29/9).


Warga Gagal Pilah Sampah, Pemerintah Gagal Edukasi

Masalah makin parah di level hulu. Hanya 13,61% rumah tangga di Jakarta yang memilah sampah.

Itu berarti mayoritas masyarakat masih buta terhadap dasar-dasar literasi ekologis (Data DLH DKI Jakarta, 2023).

PMII menilai kondisi ini sebagai bukti nyata bahwa kebijakan “ujung pipa” tidak bisa menyelesaikan masalah struktural.

Edukasi publik macet, komunikasi lingkungan gagal dan pemerintah juga diam.


RTH Jadi Monumen Gagalnya Kesadaran Sosial

Pemerintah berencana membangun 21 Ruang Terbuka Hijau (RTH) baru pada 2025., tapi PMII Jaktim memberi peringatan keras. Tanpa literasi hijau, RTH hanya akan jadi pajangan.

“Tidak ada sense of ownership. Tanpa partisipasi rakyat, RTH itu cuma taman yang akan rusak dalam diam,” ujar Taufiqurrachman.

Ia menekankan, pembangunan fisik tanpa pembangunan kesadaran adalah omong kosong.


PMII Jaktim Desak Pembentukan Duta SDGs Pemuda: Solusi atau Hancur

Sebagai solusi, PC PMII Jakarta Timur menggulirkan desakan konkret.

Mereka menuntut Pemkot Jakarta Timur membentuk program Duta Pembangunan Berkelanjutan (DPB) Pemuda. Bukan sekadar program, tapi strategi penyelamatan.

“Ini bukan pilihan. Ini keharusan. Pemerintah harus mulai investasi pada SDM hijau, atau bersiap menanggung kehancuran ekologis,” tegasnya.


Duta SDGs Pemuda: Bukan Seremoni, Tapi Perlawanan!

DPB Pemuda akan memainkan peran revolusioner. Mereka bukan hanya penyuluh, tapi ujung tombak perubahan.

PC PMII Jakarta Timur menyusun tiga misi utama:

  1. Akselerasi Kognitif dan Perilaku.
    Edukasi soal ekonomi sirkular dan mitigasi iklim harus dibawa ke jalanan, ke warga, ke media sosial.
  2. Akuntabilitas Lokal.
    Duta harus menjadi watchdog. Mereka akan mengawal TPS3R dan semua kebijakan lingkungan agar tidak mandek di atas kertas.
  3. Budaya Tanding Pro-Lingkungan.
    Gaya hidup hijau harus menjadi arus utama. Minim sampah bukan lagi tren, tapi identitas.

Ultimatum PMII Jaktim: Bergerak Sekarang atau Tenggelam!

PMII Jakarta Timur menegaskan bahwa pendekatan reaktif sudah usang, pemerintah harus berpindah ke pola pencegahan.

Ketua PMII Jaktim itu menyampaikan bahwa edukasi ekologis harus dijadikan tulang punggung kebijakan.

“Inisiasi Duta SDGs Pemuda adalah kunci. Ini langkah awal untuk menyelamatkan Jakarta Timur dari kehancuran ekologis. Kalau bukan sekarang, kapan lagi?!” tutup Taufiqurrachman dengan lantang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan 730 x 130
Promo Iklan