Jakarta, Firum KiSSNed – Forum Kajian Isu Strategis Negara Demokrasi (Forum KiSSNed) mengecam keras aksi teror dan intimidasi yang ditujukan kepada aktivis Hak Asasi Manusia (HAM) Andrie Yunus dari Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) baru-baru ini.
Tindakan tersebut merupakan bentuk ancaman serius terhadap kebebasan sipil, ruang demokrasi, serta kerja-kerja advokasi hak asasi manusia di Indonesia.
Direktur Forum KiSSNed, Erlangga Abdul Kalam, menilai bahwa segala bentuk teror terhadap aktivis masyarakat sipil tidak dapat dibenarkan dalam negara demokrasi yang menjunjung tinggi supremasi hukum dan perlindungan terhadap kebebasan berekspresi.
“Kami mengecam keras segala bentuk intimidasi dan teror terhadap Andrie Yunus,” tegas Erlangga.
Perilaku teror seperti itu membawa Indonesia pada jurang kehancuran demokrasi.
“Tindakan tersebut bukan hanya menyerang individu, tetapi juga merupakan ancaman terhadap kebebasan sipil dan perjuangan penegakan hak asasi manusia di Indonesia,” tambahnya.
Profesionalitas Polri Ditengah Jurang Demokrasi
Forum KiSSNed menilai bahwa tindakan teror terhadap aktivis dan pembela HAM berpotensi menciptakan iklim ketakutan yang dapat menghambat partisipasi publik dalam mengawasi jalannya kekuasaan.
Padahal, dalam sistem demokrasi, kritik dan advokasi masyarakat sipil merupakan elemen penting dalam menjaga akuntabilitas negara.
“Beda pendapat dalam setiap polemik adalah hal yang biasa, esensi demokrasi kan memang seperti itu. Jadi narasi cukup dilawan dengan narasi” jelasnya.
Oleh karena itu, Forum KiSSNed mendesak aparat penegak hukum untuk segera melakukan penyelidikan secara serius, transparan, dan profesional guna mengungkap pelaku serta motif di balik aksi teror tersebut.
Negara memiliki kewajiban konstitusional untuk memastikan keselamatan dan perlindungan terhadap seluruh warga negara, termasuk para pembela hak asasi manusia.
“Negara harus hadir mendampingi dan menjamin setiap warganya, Menteri HAM, Natalius Pigai seyogyanya hadir memberikan pembelaan penuh” terangnya.
Selain itu, Forum KiSSNed juga mengajak seluruh elemen masyarakat sipil untuk terus menjaga solidaritas serta memperkuat komitmen dalam mempertahankan ruang demokrasi dari berbagai bentuk intimidasi dan kekerasan.
“Kami berharap aparat penegak hukum tidak memandang enteng kasus ini. Penegakan hukum yang tegas dan transparan sangat penting untuk memastikan bahwa praktik teror terhadap aktivis tidak kembali terulang di masa depan,” katanya.
Forum KiSSNed menegaskan bahwa demokrasi yang sehat hanya dapat tumbuh dalam iklim yang menjamin keamanan, kebebasan berpendapat, serta perlindungan terhadap para pembela hak asasi manusia.










