Jakarta, Forum KiSSNed – Mantan Ketua Umum PBNU, Said Aqiel Siradj, menyampaikan keprihatinan mendalam terhadap konflik internal yang saat ini terjadi di tubuh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).
Said Aqiel Siradj menilai pertikaian tersebut tidak hanya mencederai marwah organisasi, tetapi juga mencoreng citra NU di mata masyarakat luas.
Dalam pandangannya, masyarakat selama ini mengenal NU sebagai organisasi besar yang kerap berperan menengahi berbagai konflik sosial dan keagamaan di Indonesia. Namun, kondisi tersebut justru berbalik ketika konflik muncul dari dalam organisasi sendiri.
Situasi ini, menurut Said Aqiel, menghadirkan ironi yang sulit diterima oleh warga NU.
“Ini sungguh ironis dan memalukan. Kita yang sering diminta menjadi penengah ketika terjadi konflik, ternyata kita sendiri yang sedang berkonflik. Karena itu, mari kita mulai dengan muhasabah. Auditlah diri masing-masing sebelum kita diaudit oleh Allah,” ujarnya.
Refleksi Diri dan Organisasi
Said Aqiel menekankan pentingnya refleksi diri sebagai langkah awal untuk keluar dari persoalan yang ada.
Mantan Ketum PBNU itu mendorong seluruh pengurus dan warga NU agar tidak saling menyalahkan, melainkan berani mengakui kekeliruan masing-masing.
Menurutnya, sikap tersebut akan membuka jalan menuju perbaikan dan rekonsiliasi.
“Setelah muhasabah, naik ke tahap menyalahkan diri sendiri. Katakan, yang salah adalah saya, bukan orang lain. Mengapa PBNU bisa sampai separah ini, hingga menjadi bahan tertawaan banyak orang,” lanjutnya.
Kiai kelahiran Cirebon ini juga mengingatkan bahwa warga NU harus memikul tanggung jawab untuk menjaga dan menyelamatkan NU, bukan menyerahkannya kepada pihak luar.
Said Aqiel menilai warga NU sendiri harus mengambil peran aktif untuk mengembalikan organisasi ke jalur khittah, dengan berpegang teguh pada ajaran ulama serta aturan organisasi.
“Kalau bukan nahdliyin sendiri yang menyelamatkan NU, mau siapa lagi? Mari kita taati ulama, patuhi AD/ART, dan hormati pertemuan Mustasyar ini,” kata Said Aqiel dalam forum Musyawarah Kubro di Lirboyo.
Melalui pernyataannya, Said Aqil berharap konflik internal PBNU segera mereda dan seluruh elemen NU dapat kembali bersatu.
Ia meyakini NU akan kembali kuat apabila seluruh warganya menempatkan kepentingan organisasi dan umat di atas kepentingan pribadi maupun kelompok.









