Jakarta, Forum KiSSNed – Video pengakuan Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Bung Karno (BEM FH UBK), Muhammad Abdimaludin, yang mengaku menerima sejumlah uang setelah mengikuti aksi bertajuk Tata Ulang Indonesia pada 15 Juni 2026, menjadi perbincangan luas di media sosial.
Forum kiSSNed
Klik di sini untuk baca isu Indonesia lebih tajam
Potongan video yang beredar memperlihatkan Abdimaludin menyampaikan pengakuan tersebut di hadapan civitas akademika UBK.
Dalam keterangannya, ia mengaku menerima uang agar massa yang berada di bawah koordinasinya tidak bergerak menuju kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat.
“Terkait persoalan yang menjadi objek pembicaraan, terkait uang itu, saya memang menerima,” kata Abdi dalam tayangan yang dilihat Forum KiSSNed dari akun media sosial Instagram @marhaenpress pada Selasa, 23 Juni 2026.
Abdi tidak menjelaskan secara rinci jumlah uang yang ia terima. Namun, ia menyebut hanya menerima sekitar 20 persen dari total nominal yang sebelumnya dijanjikan.
Menurut Abdi, uang tersebut kemudian ia gunakan untuk kebutuhan pribadi dan ia salurkan kepada sejumlah pihak, termasuk alumnus UBK, pengurus BEM FH UBK, serta pengurus BEM Fakultas Ekonomi UBK.
“Rp 2,5 juta ke dua alumnus, Rp 2 juta ke Wakil saya, 2 juta ke Mubarak, dan 2 juta ke BEM FE UBK,” ujar dia.
Abdi juga menjelaskan bahwa seorang anggota kepolisian yang ia kenal melalui alumnus UBK menyerahkan uang tersebut kepadanya.
Ia mengatakan pihak pemberi uang menginginkan massa mahasiswa yang berada di bawah komandonya tidak melanjutkan aksi ke kawasan Patung Kuda.
Forum kiSSNed
Klik di sini untuk baca isu Indonesia lebih tajam
Selain itu, pihak tersebut juga meminta mahasiswa bersedia mengikuti mediasi tertutup dengan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.



















