Beranda » News » Berita

Harga Pertamax Naik Drastis, Kelas Menengah Menjerit Histeris

Harga Pertamax Naik Drastis, Kelas Menengah Menjerit Histeris
Pengendara sedang antre untuk mengisi BBM di SPBU Pertamina di Duren Sawit, Jakarta. (Dok. Istimewa)

Jakarta, Forum KiSSNed – Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi jenis Pertamax menuai keluhan dari kalangan masyarakat kelas menengah.

Harga BBM Pertamax sebelumnya 12.300 rupiah, saat ini harganya melonjak ke 16.250. Artinya ada kenaikan sekitar 32%.

Sebagian besar mengaku semakin tertekan karena harus menghadapi kenaikan biaya transportasi di tengah kebutuhan hidup yang terus meningkat.

Salah seorang warga, Joko (28), mengatakan lonjakan harga Pertamax berdampak langsung pada pengeluaran hariannya.

Sebagai pengemudi ojek online, ia harus mengalokasikan biaya lebih besar untuk membeli bahan bakar, sementara pendapatannya tidak mengalami peningkatan.

“Susah juga kalau bensinnya naik sampai Rp16 ribu. Pengeluaran makin besar, sementara orderan juga lagi sepi,” kata Joko saat ditemui, Rabu (10/6/2026).

Keluhan serupa datang dari Ismail (29). Menurutnya, kenaikan harga Pertamax membuat masyarakat kelas menengah berada dalam posisi yang semakin sulit karena harus menanggung berbagai kebutuhan pokok sekaligus biaya transportasi yang terus bertambah.

“Kenaikan BBM non-subsidi jadi bikin terbebani karena pendapatan di Gojek itu gak menentu. Kalau harga bensin naik terus, yang terasa ya kami-kami ini,” ujar Ismail.

Ismail menilai kelompok masyarakat kelas menengah kerap menghadapi tekanan dari berbagai arah.

Mereka tidak menerima bantuan subsidi secara langsung, tetapi tetap harus menyesuaikan diri dengan kenaikan harga sejumlah kebutuhan.

“Kami bukan orang kaya, tapi juga tidak dapat bantuan. Jadi ketika harga bensin naik, dampaknya langsung terasa ke pengeluaran sehari-hari,” tambahnya.

Sejumlah warga berharap pemerintah mempertimbangkan dampak kenaikan harga BBM non-subsidi terhadap daya beli masyarakat.

IKLAN

Forum kiSSNed

Klik di sini untuk baca isu Indonesia lebih tajam

Mereka khawatir biaya hidup yang terus meningkat akan semakin menggerus pendapatan keluarga dan mengurangi kemampuan memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Kenaikan harga Pertamax pun menjadi sorotan karena tidak hanya memengaruhi biaya transportasi, tetapi juga berpotensi mendorong kenaikan harga barang dan jasa yang bergantung pada distribusi berbasis kendaraan bermotor.

Dengan kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya stabil, masyarakat kelas menengah berharap ada langkah konkret untuk menjaga daya beli dan meringankan beban pengeluaran rumah tangga.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Idul Adha
Iklan 730 x 130
Promo Iklan