Jakarta, Forum KiSSNed – Presiden Prabowo Subianto merombak jajaran pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN) dengan mencopot Dadan Hindayana dari kursi Kepala BGN.
Prabowo kemudian menunjuk Nanik Sudaryati Deyang untuk memimpin lembaga yang mengelola program Makan Bergizi Gratis (MBG), salah satu program prioritas pemerintah.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengumumkan langsung keputusan tersebut di Istana Negara, Selasa (2/6) malam.
“Bapak presiden mengambil keputusan untuk lakukan pergantian di Badan Gizi Nasional. Pertama, saudara Dadan sebagai Kepala BGN, kedua saudara Lodewyk Pusung sebagai Wakil Kepala BGN, ketiga saudara Sony Sonjaya sebagai Wakil BGN, tentunya disertai dengan ucapan terima kasih atas kerja keras dedikasi selama ini,” kata Prasetyo Hadi.
Prasetyo Hadi juga langsung mengumumkan kepala BGN yang ditunjuk Prabowo.
“Untuk selanjutnya presiden memutuskan mengangkat saudari Nanik S. Deyang sebagai Kepala BGN yang baru, kemudian saudari Agustina Arumsari, dan saudara Mayjen TNI Trenggono sebagai Wakil Kepala BGN yang baru,”* imbuhnya.
BGN memegang peran strategis dalam menjalankan program MBG yang menjadi salah satu janji utama Prabowo sejak Pilpres 2024.
Dadan Hindayana sendiri mencatat sejarah sebagai Kepala BGN pertama yang dilantik Prabowo pada Agustus 2024.
Selama memimpin BGN, Dadan bekerja bersama tiga wakil kepala, yakni Sony Sonjaya, Lodewyk Pusung, dan Nanik Sudaryati Deyang.
Bersih-Bersih BGN
Pergantian pimpinan ini terjadi ketika pelaksanaan program MBG menghadapi berbagai sorotan.
Sejumlah kasus keracunan makanan menimpa siswa penerima manfaat di berbagai daerah.
Kondisi tersebut mendorong BGN menghentikan sementara operasional banyak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang memasok makanan program MBG.
Data terbaru menunjukkan BGN menghentikan sementara operasional 8.182 SPPG dari total 27.208 SPPG yang telah beroperasi sejak program MBG berjalan pada 6 Januari 2025 hingga 29 Mei 2026.
Angka tersebut menunjukkan hampir sepertiga unit pelaksana program pernah tersandung persoalan yang berujung pada penghentian operasional sementara.
Meski menghadapi berbagai tantangan, program MBG terus menjangkau masyarakat luas.
Forum kiSSNed
Klik di sini untuk baca isu Indonesia lebih tajam
Berdasarkan data per 3 Maret 2026, program tersebut telah melayani 61.239.037 penerima manfaat.
Dari jumlah itu, sebanyak 49.057.682 merupakan siswa sekolah.
Kini, Nanik Deyang memikul tugas memulihkan kepercayaan publik dan memastikan program MBG berjalan lebih baik.




















