Jakarta, Forum KiSSNed – Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB PMII) menggelar aksi demonstrasi di depan Gedung DPR RI, Senin (22/6).
Massa membawa bendera organisasi dan mengenakan atribut bernuansa biru saat menyuarakan sejumlah tuntutan kepada pemerintah.
Berdasarkan pantauan di lokasi, ratusan kader PMII mulai memadati kawasan depan Gedung DPR RI sekitar pukul 16.10 WIB.
Mereka menggelar aksi sebagai bentuk kritik terhadap kinerja pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
“Hari ini kami hadir dalam rangka mengevaluasi kinerja kabinet merah putih, kita tau bahwa banyak sekali kebijakan pemerintahan Prabowo-Gibran yang tak berpihak pada rakyat,” teriak salah satu orator di atas mobil komando.
Dalam aksi tersebut, PMII menyampaikan sejumlah tuntutan, mulai dari penegakan amanat Pasal 33 UUD 1945 secara berdaulat, pemulihan kepercayaan publik, penguatan kemandirian ekonomi nasional, hingga perombakan struktur kabinet berdasarkan kompetensi dan otoritas.
Massa yang tergabubg dalam PMII juga meminta pemerintah mereset Badan Gizi Nasional (BGN), membubarkan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), serta meningkatkan kesejahteraan guru.
Forum kiSSNed
Klik di sini untuk baca isu Indonesia lebih tajam
PMII menempatkan implementasi Pasal 33 UUD 1945 sebagai salah satu tuntutan utama.
Massa yang tergabung dari PB PMII itu menilai amanat konstitusi tersebut menjadi fondasi penting untuk menyelesaikan berbagai persoalan ekonomi nasional.
Menurut PB PMII, pelaksanaan Pasal 33 UUD 1945 secara konsisten dapat mendorong distribusi kesejahteraan yang lebih merata di tengah masyarakat.
PMII Desak Evaluasi Total Kabinet
PMII juga menyoroti sejumlah langkah pemerintah yang dinilai mulai mengarah pada tujuan tersebut, seperti pengelolaan ekspor yang lebih terpusat dan penertiban penguasaan lahan.
Meski demikian, mereka meminta pemerintah memberikan penjelasan yang lebih jelas sekaligus menunjukkan ketegasan dalam menjalankan kebijakan tersebut.

Awalnya, PB PMII berencana menggelar aksi di kawasan Patung Kuda, Monas, Jakarta Pusat.
Namun, pengurus organisasi kemudian memindahkan lokasi aksi ke Gedung DPR RI dengan pertimbangan menjaga situasi tetap kondusif.
Adapun PB PMII membawa lima tuntutan utama dalam aksi kali ini, yakni:
1. Tegakkan amanat Undang-Undang Pasal 33 secara berdaulat.
2. Kembalikan kepercayaan publik.
3. Perkuat kemandirian ekonomi nasional.
4. Reshuffle dan efisiensi struktur kabinet sesuai kompetensi dan otoritas.
5. Reset BGN, bubarkan KDMP, dan sejahterakan guru.




















