Beranda » News » Berita

Promosi Miras Newport Kelewat Batas, KiSSNed Bakal Geruduk OT

Promosi Miras Newport Kelewat Batas, KiSSNed Bakal Geruduk OT
Saat miras dengan brand Newport mempromosikan produknya dengan menukar ayat Al-Qur'an di salah satu acara musik di Jakarta (Dok. Istimewa)

Jakarta, Forum KiSSNed – Direktur Forum Kajian Isu Strategis Negara Demokrasi (Forum KiSSNed), Erlangga Abdul Kalam, mengecam keras dugaan kegiatan promosi minuman keras bermerek Newport yang menantang peserta menghafalkan surat-surat Al-Qur’an untuk memperoleh minuman beralkohol.

Menurutnya, apabila informasi yang beredar tersebut benar, cara promosi semacam itu telah melampaui batas etika, mengabaikan sensitivitas publik, dan berpotensi melukai perasaan umat Islam.

Erlangga menilai sebuah merek yang sedang membangun popularitas seharusnya mengedepankan kreativitas dan tanggung jawab dalam strategi pemasaran, bukan justru memanfaatkan simbol maupun nilai-nilai keagamaan untuk menarik perhatian publik.

“Saya mempertanyakan, kok sampai sebegitunya sebuah brand baru ingin dikenal? Apa benar sudah tidak ada lagi cara yang lebih kreatif, elegan dan bertanggung jawab untuk membangun nama? Mengapa harus menjual ayat-ayat Al-Qur’an untuk mempromosikan minuman keras?” papar Erlangga saat diwawancarai di Jakarta pada Senin (10/8/2026).

Direktur Forum KiSSNed menyebut bahwa aksi promosi minuman beralkohol Newport tersebut adalah dangkal dan perlu dipertanggungjawabkan.

“Ini bukan kreativitas pemasaran, tapi bentuk tindakan yang sangat tidak sensitif terhadap nilai-nilai yang dihormati masyarakat, ini penistaan agama namanya” tegas Erlangga.

Menurutnya, promosi yang diduga mengaitkan hafalan ayat suci Al-Qur’an dengan pemberian minuman keras berpotensi menimbulkan keresahan sosial.

Dunia usaha, kata Erlangga, memiliki kebebasan berinovasi dalam promosi, tetapi kebebasan tersebut tetap harus menghormati norma, etika, dan nilai yang hidup di tengah masyarakat.

Forum KiSSNed juga menyoroti dugaan keterkaitan Newport dengan grup perusahaan induknya Orang Tua (OT) Grup.

Oleh karena itu, Erlangga meminta agar pihak manajemen, termasuk perusahaan induk apabila memang memiliki hubungan kepemilikan atau pengendalian terhadap Newport, segera memberikan penjelasan kepada publik.

“Apabila benar Newport masih berada dalam satu grup perusahaan atau merupakan bagian dari anak perusahaan induknya OT, maka saya meminta manajemen grup tersebut untuk segera memberikan klarifikasi secara terbuka,” terang Erlangga.

Jangan membiarkan polemik ini berkembang tanpa penjelasan, kita pastikan ini harus tuntas diungkap.

“Publik berhak mengetahui apakah kegiatan tersebut merupakan kebijakan perusahaan, inisiatif pihak tertentu, atau bahkan dilakukan tanpa persetujuan manajemen,” tambah Erlangga.

Iklan 730 x 130
Promo Iklan

KiSSNed Ancam Newport

Ia menegaskan bahwa klarifikasi yang cepat sangat diperlukan untuk mencegah spekulasi yang semakin meluas serta menjaga kepercayaan masyarakat.

“Diam bukan solusi. Semakin lama tidak ada klarifikasi, semakin besar ruang bagi publik untuk berspekulasi. Karena itu, saya mendesak Newport beserta pihak yang bertanggung jawab untuk segera menyampaikan penjelasan secara resmi kepada masyarakat,” tambahnya lagi.

Lebih lanjut, Erlangga mengingatkan bahwa setiap pelaku usaha memiliki tanggung jawab moral untuk memastikan kegiatan promosi tidak menimbulkan konflik sosial maupun memanfaatkan simbol-simbol yang memiliki nilai sakral bagi masyarakat.

IKLAN

Forum kiSSNed

Klik di sini untuk baca isu Indonesia lebih tajam

Forum KiSSNed menyatakan akan terus mengawal perkembangan polemik tersebut dan mendorong agar seluruh pihak yang terkait memberikan penjelasan secara transparan.

Menurut Erlangga, ruang kreativitas dalam dunia bisnis harus berjalan seiring dengan penghormatan terhadap etika publik, sehingga strategi pemasaran tidak berubah menjadi sumber keresahan di tengah masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Idul Adha
Iklan 730 x 130
Promo Iklan