Rayakan Harlah ke-66, PMII UIA Gelar PKD untuk Penguatan Kader

Rayakan Harlah ke-66, PMII UIA Gelar PKD untuk Penguatan Kader
Pembukaan kegiatan PKD PK PMII UIA di Mako GP Ansor DKI Jakarta (Dok. PMII UIA)

Jakarta, Forum KiSSNed – Pengurus Komisariat Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Universitas Islam As-Syafi’iyah (PK PMII UIA) menggelar kegiatan Pelatihan Kader Dasar (PKD) pada 17 – 19 April 2026.

PK PMII UIA menggelar kegiatan PKD di Mako GP Ansor DKI Jakarta dalam rangka memperingati Harlah ke-66 PMII.

Kegiatan ini mengusung tema “Mengasah Nalar, Meneguhkan Moral, Menguatkan Pergerakan” sebagai upaya memperkuat kualitas kader PMII di tengah dinamika zaman.

PKD menjadi jenjang kaderisasi formal pertama dalam PMII yang berperan penting dalam membentuk karakter kader.

Melalui momentum Harlah ini, PMII UIA menegaskan komitmennya untuk menjaga kaderisasi yang kritis, transformatif, dan berlandaskan nilai Ahlussunnah wal Jama’ah.

Sejumlah tokoh turut hadir dalam kegiatan ini, di antaranya Ketua PW Ansor DKI Jakarta, H. Muhammad Ainul Yakin, Ketua IKA PMII UIA Wardah Cholied, Ketua PKC PMII DKI Jakarta Muhammad Nadzir Ahyaul’ilmi serta Ketua PC PMII Jakarta Timur R.H.I. Muhammad Taufiqurrachman.

Perwakilan komisariat PMII se-Jakarta Timur mengikuti kegiatan ini.

Turut bergabung juga kader dari PMII UIN Jakarta dan Universitas Indraprasta, sebagai bentuk penguatan konsolidasi kader lintas kampus.

Prioritaskan Kualitas Kader

Ketua Komisariat PMII UIA, Adriansyah, menegaskan bahwa PKD dalam momentum Harlah memiliki makna strategis.

“Momentum Harlah ke-66 PMII ini kami jadikan sebagai refleksi sekaligus penguatan arah kaderisasi,” kata Adriansyah lewat keterangan tertulisnya pada Selasa (21/4/2026).

Andriansyah menegaskan bahwa tema kegiatan ini bukan sekadar slogan, melainkan bagian dari orientasi.

“Tema yang kami angkat bukan sekadar slogan, tapi menjadi orientasi dalam membentuk kader yang tajam secara nalar, kuat secara moral, dan konsisten dalam pergerakan,” tambahnya.

Ia juga menekankan pentingnya adaptasi organisasi tanpa kehilangan jati diri.

Ketua Pelaksana PKD, Syarif Hidayat, menyebut kegiatan ini sebagai bagian dari kontribusi nyata dalam menyemarakkan Harlah PMII.

“PKD ini bukan hanya kegiatan kaderisasi rutin, tetapi juga bentuk kontribusi kami dalam memperingati Harlah PMII,” kata Syarif Hidayat.

Panitia dan seluruh peserta PKD PMII UIA (Dok. PMII UIA)

Syarif menegaskan bahwa peringatan Harlah PMII ke-66 tidak boleh hanya menjadi kegiatan seremonial, karena penguatan kapasitas sangat penting.

“Kami ingin memastikan bahwa semangat Harlah tidak hanya seremonial, tetapi diwujudkan dalam penguatan kader yang lebih berkualitas,” kata Syarif Hidayat.

Ia menambahkan bahwa kaderisasi harus berkelanjutan dan berdampak nyata.

“Harapannya, kader yang lahir dari PKD ini mampu mengimplementasikan nilai-nilai PMII dalam kehidupan nyata serta aktif dalam menjawab persoalan masyarakat,” ujarnya.

Kaderisasi Masa Depan Organisasi

Para tokoh yang hadir turut mengapresiasi kegiatan ini sebagai bagian penting dari penguatan organisasi.

Mengingat kaderisasi merupakan jantung pergerakan yang harus terus menjaga kualitasnya.

Iklan 730 x 130

Pelaksanaan PKD di Mako GP Ansor DKI Jakarta juga mempertegas hubungan historis PMII dengan Nahdlatul Ulama sebagai basis ideologis organisasi.

Melalui kegiatan ini, PMII UIA berupaya melahirkan kader yang unggul secara intelektual, kuat secara moral, dan konsisten dalam pergerakan.

Momentum Harlah ke-66 PMII pun menjadi pengingat bahwa masa depan organisasi ditentukan oleh kualitas kader yang dibentuk hari ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H
Iklan 730 x 130
Promo Iklan